Ketika doa menjadi kenyataan
Ramadhan semakin dekat. Kerinduan dan harapan itu semakin memuncak. Teringat ramadhan setahun yang lalu. Ini lah bulan yang mulia. Teringat saat itu aku memohon sesuatu kepada Allah swt. Awalnya hampir tidak percaya doa saya ini menjadi kenyataan. Tapi Allah lah yang Maha Mengabulkan doa hamba-hambanya yang berdoa kepadaNya. Saat itu doa itu aku pinta sesering mungkin ketika di bulan ramadhan.
Seusai ramadhan pun, saya bertanya dalam diri. Apakah mungkin ini terjadi ? sedangkan saya tidak punya uang untuk mewujudkannya. Saya berusaha cari uang denga cara yang halal kesana kemari. Tapi tetap saja nggak cukup. Ditambah lagi perkataan dari seorang ustadz yang sudah dikenal oleh masyarakat Bandung, saat itu beliau tinggal dekat rumah kontrakan yang saya tempati. Beliau berkunjung ke sana dan mengatakan bahwa kalo bisa saya wujudkannya sebelum saya menikah.
Semakin pusing saya memikirkannya. Apa iya bisa ? kalo pun bisa kapan ? dan uang dari mana ?
Dua bulan kemudian saya membuat komunitas kecil yang diberi nama Colek Tahajud Indonesia. Disini kita saling membangunkan dan mengingatkan untuk shalat malam dan sms tausiyah. Semakin hari semakin bertambah yang daftar. Saat malam saya sempatkan untuk berdoa. Melantukan doa yang pernah saya panjatkan ketika ramadhan kemarin.
Alhamdulillah akhirnya saya dapat kabar gembira dari mama. Saat itu mama bertanya, kapan saya pulang ? bulan Januari 2011 saya harus sudah pulang ke medan. Untuk ngurus KTP yang di Medan dan Pasport. Insya Allah bulan februari saya pergi umroh ke tanah suci sendiri. Saya pun bingung. Apakah ini benar ? Ya Allah.. aku tidak tau lagi bagaimana aku bersyukur kepadaMu.
Iya saya memang tidak ada uang saat itu untuk berangkat umroh. Tapi mama sudah mendaftarkan saya ke sebuah travel umroh di Medan. Saya harus berangkat sendiri. Tidak bersama keluarga yang lain. Subhanallah.. Ya Allah Engkau lah Yang Maha Pengasih.
Saat itu yang daftar Colek Tahajud Indonesia semakin bertambah. Karena saya harus ke luar negeri, saya titip kan mereka kepada Asisten CTI yang saya rekrut. Alhamdulillah mereka bersedia. Inilah pertama kalinya bagi saya ke luar negeri. Bukan untuk shopping, jalan-jalan atau yang lainnya. Tapi untuk mewujudkan doa yang pernah ku panjatkan dulunya. Umroh ke Tanah Suci.
Alhamdulillah akhirnya terwujud setelah enam bulan semenjak ramadhan kemarin. Saya bisa melihat ka’bah di sana. Mata ini pun sering sekali mengeluarkan airnya, ketika mengingat-ingat nikmat Allah swt. Tangisan ini pun tak terbendung ketika saya mulai miqat dari madinah menuju ke mekkah. Saat itu aku kenakan pakaian ihram. Sambil melantukan lafaz :
Labbaika Allaahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, innal hamda wan ni’mata laka wal mulka laa syariika laka.
“aku datang memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah! aku datang memenuhi panggilan-Mu..aku datang memenuhi panggilan-Mu, yang tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kekuasaan adalah kepunyaan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu…“
Air mata ini pun mengucur deras ketika melakukan perjalanan dari madinah ke mekkah. Teringat pesan-pesan orang tua saya sebelum saya berangkat. Untuk berhati-hati jika berbicara dan bercakap. Karena katanya klo udah di tanah haram, segala ucapan dan tingkah laku buruk kita akan dibalas segera.
Teringat doa-doa yang telah Allah kabulkan, nikmat-nikmat Allah yang diberikan ke saya. Semakin menambah kucuran deras air mata ini.
Alhamdulillah doa itu terwujud juga akhirnya tanpa aku sadari. Saat perjalanan umroh pun saya tidak membawa uang banyak. Ya sekitar 200 riyal. Soalnya penginapan dan makan udah di sediakan travelnya. Dan aku bisa fokus untuk ibadah ketika di madinah. Sebab godaan untuk belanja di sana sangat kuat sekali. Alhamdulillah saya hanya membawa uang sedikit. Dan di madinah aku bertemu dengan seorang ustadz yang aku sebut di atas tadi
Ketika di madinah tepatnya di masjid nabawi, saya pun mulai melantukan doa-doa saya dan titipan orang lain yang sudah saya tuliskan sebelumnya. Tapatnya di daerah yang bernama Raudah. Raudatul Jannah dalam bahasa Indonesianya Taman Surga. Kata papa saya, jangan lupa kalo di madinah singgah ke situ. Itu salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Insya Allah pasti dikabulkan. Dan ternyata untuk masuk kesana sangat sulit. Banyak sekali orang-orang. Sulit sekali. Saya pun tidak bisa untuk sekedar shalat di sana. Akhirnya saya ada ide. Saya akan ke sana sekitar jam 3 an.
Alhamdulillah terbangun jam segitu. Dan langsung keluar dari hotel sendirian. Rombongan yang lain lagi pada tidur. Saya siap bergegas ke Masjid Nabawi untuk bermunajat di raudah. Alhamdulillah orang-orangnya belum banyak. Dan saya bisa merasakan ketenangan ketika di sana. Tak terasa air mata ini mengucur lagi. Disitulah doa-doa titipan aku panjatkan. Aku berada di sana hingga subuh tiba.
Alhamdulillah setelah pulang dari tanah suci, doa-doa itu mulai terlihat wujudnya. Aku dapat kabar dari orang-orang tersebut yang udah lama belum hamil, jadi hamil. Yang belum menikah jadi menikah, ada yang masuk ke perguruan tinggi idamannya. Yang pengen kuliah ke luar negeri terwujud juga. Yang mau lulus, jd cepat lulusnya. Memang benar ketika kita mendo’akan saudara kita tanpa sepegetahuannya insya Allah malaikat akan mengamininya. Dan itu memang terjadi pada saya. Dan yang pasti sebutlah namanya dengan jelas di dalam do’a kita.
Saat ini ramadhan akan tiba, mari kita pergunakan dengan maksimal. Doakanlah saudara2 kita, sebutlah namanya. Dan lihatlah apa yang terjadi ^^V





titip doa juga ya uak ustad,,,,
smoga aku bisa dapat jodoh yang tepat ,,, ndak cuma pacaran gaya anak jaman sekarang,,,