Aku suka buku ini
Tumpukan buku itu membuat saya berpikir kembali. Apa yang ingin saya dapatkan dari buku-buku itu. Tidak jauh dari kasur tidur ini terihat buku motivasi dan renungan sedang tergeletak berantakan. Jika saya lihat dari tumpukan-tumpukan itu saya lebih suka buku renungan dari pada motivasi. Melalui tulisan renungan itu terlihatlah semua salah dan dosa selama ini. Terlihat diri ini hanya seonggok daging yang setiap hari mondar mandir sambil membawa kotoran. Suasana ini membuat diri saya mengetahui hakikat kebaradaan manusia itu diciptakan oleh Allah SWT.
Kalau buku motivasi itu menggambarkan suasana masa depan yang belum saya alami atau tidak akan saya alami. Inilah bedanya. Jika renungan itu pasti pernah terjadi dalam diri saya.
Malam ini saya baru sadar ternyata keinginan dan harapan tidak hanya milik orang-orang yang masih hidup. Keinginan dan harapan juga milik orang yang sudah mati. Sebagai mana yang diceritakan dalam Al Qur’an bahwa orang-orang yang sudah mati yang dikubur itu ingin kembali ke dunia. Itulah harapan dan keinginan mereka.
Jika orang tersebut orang shalih, pasti akan mengabarkan berita gembira untuk keluarganya. Tapi jika orang tersebut adalah orang yang durhaka, ingin benar-benar melakukan amal shalih. Tapi sayang harapan dan keinginannya itu tidak akan terwujud.
Selama kita masih hidup, pintu taubat itu akan selalu terbuka. Namun jika maut telah datang, tertutuplah semua kesempatan itu.
Jadi bagaimana orang-orang yang tidak memiliki harapan dan keinginan selama hidupnya ? orang mati saja ingin kembali ke dunia. Nah untuk kita yang masih hidup, jangan sia-siakan keinginan dan harapan orang-orang yang telah mati itu. Sebab hidup itu akan diketahui kadarnya oleh orang-orang yang sudah meninggal saja.





Iya, bener tuh. Selagi hidup, jalanilah hidup ini sebaik-baiknya. Jangan sampai kita menjadikan hidup ini sebagai penyesalan. Nice post
oke bang di
tukeran link y???