Menanti Bahagia

bukan terangnya rembulan yang kumau

bukan pula teriknya matahari yang kurasa

butuh jangkar untk bercermin diri

sesaat, namun ada

aku punya satu

tak dapat ku rangkul sendiri

aku ingin dua

agar bisa menatap embun bersamamu

kamu bukanlah yang ku tunggu

kamu bukan pula yang ku tinggalkan

sedetik menciduk senyummu

membuat hatiku  cerah

Tak kusangka, aku yang duduk disini

mencoba hilangkan angan

ku hanya ingin saat embun turun

merasakan sejuk bersamamu

menanti kesabaranku ada disamping cintamu

Raly Syadanas

Senin, 5 Juli 2010 Pukul 00:12

  1. “aku punya satu
    tak dapat ku rangkul sendiri
    aku ingin dua
    agar bisa menatap embun bersamamu”

    Lah, satu saja ngga bisa dirangkul sendiri, kok malah ingin dua? Hmmm… Apakah maksudnya, prajurit Raly? :mrgreen: (beneran ngga ngerti)

  2. puitis banget ya,… mohon diartikan maksudnya

  3. @Putri Chairina
    hehe Tuan putri tidak tau kah ? hmmm
    gmn y cara ungkapinny ? hadooh… susah jg.. di tafsirin sndiri aja y :D

    @hendranuraulia
    hmm kak hendra, tu cuma ungkapan rasa rindu di tengah malam kak.. :D

  4. nice bgt dah ni puisine ….
    bikin mupeng wae …
    btw ntar kpn kpn ajarin ya bang …
    ^^

  5. @penjelajahNegri
    hahaha bole bole bole

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.