saya mau di bawa kemana ?

Malam menyelimuti  harinya. Lantunan tilawah seorang sahabat menemani saya menuliskan sepucuk untaian kalimat ini. Teringat salah satu pertanyaan seorang ustadz di ruangan kelas kemarin senin. Beliau bertanya, “kalau kita mau jujur, sebenarnya ketika kita berdo’a kepada Allah apa yang kita inginkan ?” beliau bertanya seperti itu. Kami hanya diam dan merenung. Kemudian sang ustadz itu bertanya kembali. “ ingin menjadi kaya atau menjadi ahli surga ? jujurlah”. Kami sekelas hanya tersenyum kecil. Kemudian salah seorang dari kami celoteh. “Menjadi kaya..! “ sambil diiringi tawa teman-teman lainnya di kelas. Dia duduk tepat di belakang saya.

Saya pun tak berucap apa-apa ketika ditanya seperti itu. Padahal hanya ada dua pilihan. Kaya atau Surga. Nggak lebih. Namun terasa berat untuk menjawab dan memilih salah satu dari keduannya. Mungkin hati dan perasaan saya ketika itu bingung. Takut berkata sepatah kata pun. Jikapun itu keluar dari mulut saya, sepertinya itu dusta. Maka saya pun hanya diam mendengarkan.

Mungkin dari kita sebagian besar menginginkan menjadi kaya. Namun ada juga sebagian kecil manjadi ahli surga. Kaya dikalangan kita ini, banyak yang mengaitkan dengan harta. Dengan memiliki harta yang banyak, sepertinya semua kesenangan akan dikejar kecuali surga. Padahal surga adalah tempat terbaik yang luasnya seluas langit dan bumi. Bumi saja sudah begitu luasnya, apalagi selangit. Hmm sepertinya puas banget tuh..

Ketika itu saya teringat ayat Al-Qur’an ini

Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna)  dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. QS HUD : 15

Itu adalah janji Allah, janji Allah adalah benar. Sangat benar. Jika ingin kehidupan dunia ini, memiliki harta yang melimpah, kedudukan yang tinggi, wanita yang cantik jelita dan sebagainya, pasti Allah akan memberikannya. Bahkan kita tidak akan dirugikan. Kita tidak akan merasa rugi. Kita akan senang. Kita akan beruntung.

Itu sudah janji dari Allah di dalam Al-Qur’an. Bahkan akan disempurnakan. Jadi sangat wajar lah jika orang-orang banyak yang menginginkan banyak harta dan mengumpulkannya. Seminar untuk menjadi kaya di sana sini melimpah ruah. Sekalian menjemput janji Allah itu. Kebanyakan orang bekerja terus untuk memperoleh harta yang banyak. Memilih wanita yang cantik, pria yang tampan. Semua itu perhiasan dunia bukan ?

Tunggu apa lagi kawan ? kejarlah…

Namun belum selesai sampai disini. Coba baca baik-baik ayat selanjutnya. QS HUD : 16

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan. QS HUD : 16

Astaghfirullahal’adzim…..

Ketika saya membaca ini, perasaan saya dan hati saya seperti di timpa beton yang sangat berat. Hanya bisa diam dan merenung. Air mata ini seolah sudah beku seperti batu. Tidak dapat keluar. Jika pun bisa keluar pasti sakit. Lihatlah kawan, engkau tadi sudah membenarkan bahwa janji Allah itu benar bukan ? engkau tadi sudah siap meraih janji itu bukan ? dan ayat ini janji Allah juga bukan ? lihatlah.. lihatlah.. kita tidak akan memperoleh apa-apa. Keculai Neraka. Ya Neraka lah yang kita peroleh. Bahkan apa-apa yang kita kerjakan dulu tidak ada apa-apanya. Inikah yang kita mau ? jujurlah kawan..

Harta saat ini yang kita miliki inilah yang akan membawa diri kita entah kemana. Sesuatu yang kita peroleh dengan susah payah yang akan membawa kita ke tempat yang baik atau buruk. Mau di bawa kemana diri kita ini oleh harta ini ?. surga atau neraka ? Atau kita akan yang membawa harta kita. Tidak akan sanggup kawan. Harta kalian itu banyak sekali. Berat sekali. Bahkan tidak bisa dibawa. Untuk apa harta di bawa-bawa ?

Maka hati-hatilah terhadapa harta yang kita miliki saat ini..

Raly Syadanas

  1. wuiiiih
    tapi bang kalo kita ngejar kekayaan buat ibadah misalnya; zakat sama sodakoh gimana tuh?
    jadi di dunia kaya, di akhirat masuk surga?
    hehehe maruk ya?

  2. yup bener banget terkadang manusia ini hanya mengejar harta atw mengejar dunia tanpa akhiratnya diikut sertakan…

    (salam kenal mas) :)

  3. mau mengejar kekayaan sampai kapan ? batas akhir kaya tu gmn hayo ? jadi selama kita msh memiliki harta, infaq dan sedekahkanlah.. apa kah itu sedikit atou banyak….
    utk berbuat baik gk harus nunggu kaya.. kaya harta tu gk ada batasnya..
    banyak tapi ikhlas lebih baik dr pada sedikit tapi riya.. hehe :D

  4. @muhasabahcinta
    yu salam kenal juga…

    iya kadang berdo’a juga gitu kan… seperti pertanyaan ustad itu.. hehe

  5. sepakat dengan ustadz raly :)

    • Anonymous
    • Juni 11th, 2010

    Maka jadilah kaya, namun selalu takutlah pada Allah. Jangan sampai harta yang dititipkan olehNYA menjadi harta yang sia-sia karena kelalaianmu sendiri. Hanya kepada Allah aku meminta kecukupan terhadap dunia. Oleh karena itu, banyak berdo’alah pada Allah agar selalu diberi kecukupan. Do’a yang selalu dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah do’a:

    “Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina” (Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina) (HR. Muslim)

    An Nawawi –rahimahullah- mengatakan, “”Afaf dan ‘iffah bermakna menjauhkan dan menahan diri dari hal yang tidak diperbolehkan. Sedangkan al ghina adalah hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada apa yang ada di sisi manusia.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, 17/41, Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobi). Berarti dalam do’a ini kita meminta pada Allah [1] petunjuk (hidayah), [2] ketakwaan, [3] sifat menjauhkan diri dari yang haram, dan [4] kecukupan.

    Wallahu a’lam.

    “Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.”

    (HR. Bukhari dan Muslim)

    baca lebih lanjut disini:http://dyn01.wordpress.com/2010/06/08/karena-merasa-cukup-itu-sulit/

  6. Dear Akhi Rally,
    saya turut bahagia atas usaha bekarya antm, salah satunya bikin web ini.

    hm….
    ya alloh jadikan orang yang melihat kami, ingat pada kami, semakin Ingat pada Mu. amin.

    warmest regards,
    rio asnara

  7. yah kak reza, ternyata kirain sapa.. hehehe

  8. @Rio Asnara
    Amiinnnn…
    Makasi Akh Rio :D ^^

  9. Kaya pahala miskin dosa aja deh. =)

  10. Nice post, like it, bisa buat renungan. .

  11. @Nina
    nah klo itu ane setuju… hehehe…

    @Adi
    yup Makasi.. iya bisa mengingatkan kita kembali, klo kita di dunia ini cuma sebentar… :)

  12. berkujung*berharap dibukakan pintu*

  13. @mila
    Silahkan masuk..
    ayo ayo selahkan duduk….

    sebentar y saya ambilkan munumannya… :D

    • kawaii
    • Juni 13th, 2010

    nice post :p

  14. assalamualaikum….

    salam kenal akh rally…

    subhanallah….astaghfirullah….

    tulisan ini bener2 jadi satu pencerahan tersendiri buat saya akh…

    Maha Besar Allah dengan segala firmanNya….

    nice share akh…
    :)

  15. wa’alaikumsalam akh indah.. eh mksdnya ukh Indah hehe..

    iya, kadang saya jd takut jg klo dibaca ulang, padahal sy yg nulis sndiri. hehe

  16. @Semangka Hangat
    hehehe……

    senengnya komennya dibales…..

    saya tunggu tulisan2 berikutnya akh.. :)

  17. @indahnyahidupku
    saya jg senang ada yg berkunjung ke kebun semangka :D Trimakasih :)
    gini nih kebun semangka tapi gk ada semangkanya :D

    oke sekalian tunggu buku2 karangan saya ya.. tahun depan
    Amiinn :D

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.