Hati ku Tersangkut
Hati. Inilah kata yang penuh arti. Kata yang sumber dari diri. Dzat yang selalu ingin suci. Tidak ingin sekali-sekali disakiti. Namun kadang sering hati ini sering terkotori dengan hal-hal yang duniawi. Ada sebuah perkataan seorang ustadz yang membuat saya tertarik memperhatikan apa yang disampaikannnya.
Saya menanggapinya seperti ini. Hati itu dipengaruhi oleh akal. Akal akan dipengaruhi oleh pengetahuan. Pengetahuan itu kamu dapatkan dari apa yang kamu lihat, dengar, rasakan, baca, pikirkan, pahami, cintai dan sebagainya. Jika nafsu menguasai hati, maka setan akan sangat leluasa menguasai hati kita. Maka berhati-hatilah apa-apa yang kamu lihat, kamu dengar, kamu rasakan, kamu pikirkan, atau kamu cintai. Karena hati ini yang akan menjadi barometer keimanan seseorang. Bagaimana tingkah lakunya dan bagaimana kelakuaannya. Ini akan menjadi kebiasaan natinya dan kebiasaan itu lah yang akan membentuk karakter.
Subhanallah sungguh indah sekali hati manusia ini. Diciptakan oleh Allah dengan penuh kesucian. Namun manusia itu juga yang mengotorinya. Saya tidak bisa berangan-angan, seandainya hati saya ini di kuasai oleh setan. Astaghfirullah. Ini lah hati yang tersangkut. Tersangkut oleh makhluk yang keji, yang setiap hari akan menggoda manusia hingga kiamat. Lihatlah kawan hingga kiamat. Cucu-cucu kita nantinya pun akan digoda oleh makhluk ini. Tapi ingatlah kawan
karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.
QS : An-Nisa 76
Jikalau saya tergoda oleh bujuk rayu setan itu, sungguh hina sekali saya. Mudah tertipu oleh makhluk yang padahal tipu daya nya itu sangat lemah. Ya Allah, lindungilah hamba dari godaan setan yang terkutuk.
Saya sadari selama ini saya mengalami seperti itu. Hati dan diri ini tak mampu memberontak menghadapi tipu daya itu. Kawan, tahukah rasanya bagaimana. Awalnya menyenangkan namun seterusnya akan tersiksa. Sakit. Untuk mengambil hati yang tersangkut itu sangat susah. Seperti mengambil laying-layangn yang menyangkut di phon atau tiang listrik. Butuh usaha dan kekuatan untuk mengambilnya.
Saya tidak mau hati ini menjadi kotor. Saya juga tidak mau hati ini menjadi milik setan. Saya adalah manusia. Bukan Malaikat ataupun setan.
“Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging apabila segumpal daging itu baik maka akan menjadi baik semuanya dan apabila segumpal daging itu jelek maka akan jeleklah semuanya ketahuilah bahwa segumpal daging itu adl hati.”
Ya Allah, sesungguhnya hati ini adalah milik-Mu dan akan kembali kepada-Mu.
Raly Syadanas





OSH! Kudu melawan hawa nafsu.
Coba baca tulisan saya yang terbaru :
http://putrichairina.wordpress.com/2010/06/06/bersyukurlah/
Masih tentang “hati”.
oh…
pantes, aku pernah denger orang bilang orang berilmu dekat dengat taubat…
tapi nggak tau di mana ya? lupa lagi hehehe…
hehe.. bagus lah klo inget2 dikit…
“Ya Allah, yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami pada ketaatan kepada-Mu”
“Wahai dzat yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu”
Amin
@muhasabahcinta
Amiiinnn ya Rabb…
assalamualaikum..
ikut mengaminin doa “muhasabahcinta”
wa’alaikumsalam wr wb